Batik

Warisan Budaya Dunia

Keragaman kebudayaan Indonesia tak cukup dihitung dengan tangan. Setiap sendi kehidupan sosial di Indonesia terlambari dengan kekentalan adat-istiadat yang ada. Batik adalah salah satu bentuk nyata kebudayaan yang masih lestari hingga kini. Batik ada di berbagai tempat di Indonesia. Tak mengherankan bila kemudian UNESCO menetapkan bahwa batik memang kebudayaan asli Indonesia.

 

Batik Indonesia berkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit serta penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Batik terus berkembang, khususnya pada masa Kerajaan Mataram serta pada masa Kerajaan Solo dan Yogyakarta. Batik sebenarnya lebih dari sekedar kain bernilai tinggi. Lebih dari itu batik merupakan bentuk kesenian yang mampu merasuk pada kehidupan modern saat ini.

Dalam perkembangannya, batik terus menyebar hingga ke seluruh pulau Jawa. Tak pelak memang kemudian menjadi milik suku Jawa. Pada awalnya batik yang dikenal hanyalah batik tulis. Namun, seiring perkembangan teknologi, batik cap mulai berkembang sebagai pilihan yang lebih terjangkau dengan proses produksi yang lebih cepat. Batik cap muncul setelah Perang Dunia I, yakni sekitar tahun 1920-an.

Batik merupakan seni lukis atau seni gambar pada media kain atau pakaian. Kebiasaan melukis pada kain berkembang pada keluarga raja-raja di Indonesia pada zaman dahulu. Pada umumnya pengerjaan kain batik dikerjakan oleh kaum wanita di dalam keraton. Ini lebih berhubungan pada pembatasan ruang gerak wanita keraton pada jaman itu.

Awalnya, batik hanya dikenakan oleh para raja, keluarga dan juga para pengikutnya. Namun batik kemudian berkembang sampai di luar keratin, karena banyak pengikut raja yang tidak tinggal di dalam keraton.

Oleh sebab itulah perkembangannya kemudian batik mulai dibuat di luar keraton. Berhubung pengerjaannya di luar keraton, maka batik ini pun banyak ditiru oleh rakyat. Tak mengherankan lalu meluas dan menjadi kerajinan masyarakat. Lambat-laun batik dipakai oleh masyarakat luas.

Bahan-bahan pembuatan batik yang dikerjakan oleh rakyat di sekitar keraton didapatkan dari alam dan dikerjakan sendiri. Sebagai contoh, kain putih sebagai media menggambar motif batik pun ditenun sendiri. Selanjutnya pewarna yang dipakai juga berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti nila, pohon mengukudu, soga dan lain sebagainya.

Sebelumnya, telah disinggung bahwa sejarah batik juga berhubungan dengan penyebaran agama Islam. Buktinya, banyak daerah atau tempat perbatikan di Jawa merupakan daerah-daerah santri. Lebih lanjut,  batik menjadi suatu kekuatan ekonomi bagi para pedagang muslim dalam melawan perekonomian di Belanda.

Diketahui bahwa batik merupakan kebudayaan pada zaman Majapahit. Hal ini terbukti dari penelusuran di daerah Mojokorto dan Tulung Agung. Di Mojokerto, batik ini erat kaitannya dengan kerajaan Majapahit. Lalu perkembangan batik di daerah Tulung Agung dapat dilihat dari peninggalan Kerajaan Majapahit. Pada zaman dahulu, sebagian besar daerah Tulung Agung adalah rawa, yang terkenal dengan daerah Bonorowo.

Pada saat Kerajaan Majapahit berkembang, daerah Tulung Agung dikuasai oleh Adipati Kalang. Adipati Kalang tidak mau tunduk pada Kerajaan Majapahit. Selanjutnya Kerajaan Majapahit melakukan penumpasan pemberontakan itu yang menumbangkan kekuasaan Adipati Kalang. Konon Adipati Kalang tewas dalam pertempuran di Desa Kalangbret. Selanjutnya tentara-tentara yang bertugas di daerah tersebut menetap di daerah ini. Merekalah yang membuat dan menyebarkan batik.

Beberapa abad sudah berlalu, tapi batik tetap bertahan dan mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan batik bisa dilihat dari motif dan coraknya yang semakin beragam serta penggunaanya yang semakin luas. Jika dulu batik digunakan dalam acara-acara resmi, maka saat ini batik bisa digunakan dalam segala acara. Dulu harga batik sendiri pun cukup mahal sehingga sulit dijangkau oleh orang-orang kalangan bawah. Namun saat ini harga batik sudah cukup murah sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Jika dulu batik hanya berupa lembaran kain saja, kini batik sudah sangat beraneka ragam. Bisa dilihat sendiri, batik menjadi pakaian semua kalangan, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak. Batik bukan lagi pakaian khas di daerah Jawa Tengah atau Pulau Jawa semata. Batik telah menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, bahkan hingga ke seluruh dunia. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya desainer pakaian yang membuat beragam model pakaian dengan menggunakan bahan batik.

You may also like...

0 thoughts on “Batik”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<