Angkatan Muda inibangsaku Membangkitkan Bangsa Indonesia Berdasar Ke-Tuhanan

angkatan-muda1

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa terdiri dari berbagai keragaman. Salah satunya adalah keyakinan spiritual yang dimiliki oleh setiap warganya. Kehadiran Angkatan Muda inibangsaku dengan menggelar doa bersama di depan Gedung DPR RI dan sekedar sumbang saran pada Wakil-wakil Rakyat yang Terhormat.

Berdoa bersama seperti saat ini adalah kegiatan yang baik dalam mengawali hari untuk beraktivitas yang senantiasa memohon pertolongan dan pelrindungan dariNya. Agar segala aktivitas keseharian dapat berjalan dengan baik sesuai dengan koridor-koridor keyakinan beragama masing-masing warga. Demikian pula berdoa bersama untuk menutup segala aktivitas yang sudah dilakukan pada hari itu. Sebagai bentuk dari rasa terima kasih atas semua pertolongan dan perlindungan yang sudah diberikanNya pada hari itu. Mendasarkan diri pada Sila I Pancasila selayaknya berdoa pagi dan sore secara bersama-sama dapat dilakukan di semua instansi dan lembaga pemerintah atau swasta.

Berdasarkan keyakinan itulah untuk menyambung doa bersama tersebut, sepantasnya untuk melakukan kegiatan keagamaan secara bersama-sama sekali dalam satu minggu dalam setiap instansi dan lembaga yang ada. Tentunya berdasarkan pada keyakinan beragama masing-masing orang. Misalnya melakukan pengajian bersama-sama saban Kamis malam atau yang beragama lain bisa melakukan kegiatan yang sesuai dengan aktivitas keagamaannya.

Keyakinan dalam beragama memberikan nilai-nilai moral yang sudah selayaknya diadaptasi oleh semua orang. Tentunya menjadi dasar setiap orang yang harus dibawa dalam kesehariannya. Sudah sepantasnya nilai-nilai keberagamaan tersebut dijadikan dasar spiritual diri yang merupakan modal bagi pencapaian tingkatan tertentu. Dasar spiritual keagamaan ini menjadi pertimbangan dalam berbagai hal segi-segi kehidupan. Misalnya seorang Muslim paling tidak dapat membaca dan mengkaji isi kandungan Al Quran. Dengan demikian rasa keimanan di dalam diri seseorang tebal karena memiliki dasar keberagamaan. Individu tersebut memiliki nilai-nilai spiritual yang notabene menjadi benteng kuat terhadap segala bentuk pengaruh dan tindakan negatif.

Sudah selayaknya dasar spiritual dijadikan persyaratan dalam berbagai bidang kehidupan. Semisalnya persyaratan dalam memenuhi pencarian tenaga kerja, atau kelulusan dari pendidikan tinggi. Membentengi diri dari segala pengaruh dan tindakan negatif yang sudah disebutkan di atas tersebut sayangnya terkikis ketika memasuki dunia perguruan tinggi. Ini lebih disebabkan pendidikan beragama seolah terlupakan dibandingkan disiplin ilmu yang tengah ditekuni. Untuk membentuk manusia Indonesia yang baik, bermartabar dan berdasarkan nilai-nilai tersebut, ada baiknya pendidikan agama dapat dijadikan salah satu mata kuliah wajib tidap semester bagi para individu yang menutut ilmu di perguruan tinggi di semua tingkatan.

Keterkaitan dengan dunia pendidikan yang kian menampakan peningkatan yang sayangnya melupakan kearifan lokal. Muatan-mutan lokal yang ada dalam dunia pendidikan hanya dianggap sebagai materi pelajaran ekstra yang tidak sebanding dengan disiplin ilmu lainnya. Jika dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya muatan lokal hanya menempati porsi sedikit dibandingkan dengan muatan lainnya. Ambil contoh saja jika mata pelajaran matematika mendapatkan porsi empat jam dalam seminggu, bahasa daerah hanya memiliki porsi satu jam dalam seminggu. Padahal dengan memahami kearifan lokal dapat membawa dan menjadikan seseorang mencintai bangsa dan negara Indonesia.

Mungkin kearifan lokal dianggap sepele oleh orang banyak. Namun dampak yang ditimbulkan sangat luas. Kepeduliaan pada kehidupan bangsa dan negara menjadi demikian tipisnya sehingga tidak memahami tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri. Seperti alam yang diekploitasi secara tidak bijaksana dan bangsa Indonesia tidak pernah menikmatinya secara maksimal. Ambil contoh saja kopi terbaik di dunia datangnya dari Indonesia, namun kopi yang beredar di pasar dalam negeri bukanlah kopi terbaik. Celakanya lagi kopi terbaik itu kembali lagi masuk ke Indonesia dengan harga yang tinggi dan bangsa Indonesia “dipaksa” untuk membelinya jika ingin menyeruputnya.

Begitu juga dengan pemanfaatan alam yang dalam prakteknya sangat tidak bijaksana. Pengrusakan terjadi demi nilai komersil yang lagi-lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri. Sayangnya bangsa Indonesia tidak pernah menikmati eksploitasi alam ini. Kerugian menjadi bertambah, alam yang rusak dan hasil alam yang tidak bisa dinikmati. Sudah seharusnya alam dieksploitasi dengan bijak dan tentunya hasilnya dinikmati oleh bangsa Indonesia secara luas. Bukan malah sebaliknya semua hasil alam yang terbaik diangkut ke luar negeri, namun bangsa Indonesia hanya menerima ampasnya saja. Boleh saja mengatasnamakan devisa negara, kembali lagi harus disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan dalam negeri, baru memenuhi pasar yang ada di luar negeri.

Demikian pula dengan pola konsumtif yang merebak dalam masyarakat yang melahirkan praktek ijon/renternir dalam bentuk lembaga-lembaga keuangan. Memang sejak jaman dahulu bangsa Indonesia sudah mengenal arti dari kegiatan kredit, namun lebih ditujukan pada pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Pola tersebut kemudian mengalami pergeseran ke pola konsumtif pada produk-produk sekunder. Produk-produk yang diarahkan dalam opini sebagai kemajuan industri, namun masyarakat lupa darimana industri itu berasal. Praktek-praktek seperti ini yang kemudian mengaburkan nilai-nilai cinta bangsa.

Sebagai bangsa Indonesia yang peduli dengan kemajuan dan kebesaran bangsanya, sudah seharusnya menyadari nilai-nilai tersebut yang patut dijadikan arahan dalam setiap nafas kehidupan sebagai bangsa Indonesia yang majemuk.

Liputan media lain:

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Angkatan Muda inibangsaku Membangkitkan Bangsa Indonesia Berdasar Ke-Tuhanan”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<