Anggaran Pembangunan Desa Tertinggal Minim

marwan-jafar-01

JAKARTA, inibangsaku.com – Bekas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menilai anggaran pembangunan desa masih sangat kurang memadai. 

“Anggaran Pembangunan Daerah Tertinggal itu Rp 1,3 triliun, 30 persen (untuk) gaji pegawai. Kalau di Kementerian lainnya bisa mencapai ratusan miliar,” kata Marwan kepada wartawan di Kementerian DPDTT, belum lama ini. 

Sebagai kementerian baru dibentuk perlu adanya perombakan dan revisi-revisi program untuk menyesuaikan dengan program yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Untuk itu dibutuhkan revisi dan peningkatan anggaran 

“Membangun Indonesia dari pinggiran itu akan sulit terwujud kalau dananya tidak cukup,” ucap Menambahkan. 

Kementerian DPDTT sudah menyusun struktrur dan anggaran yang dibutuhkan guna merealisasikan program-program yang telah direncanakan. Program yang dimaksud meliputi pewujudan desa pintar, desa wisata, desa hijau (green village), dan membangun sistem elektronik di pedesaan.

Selain itu, Marwan melalui kementeriannya juga akan mengembangkan potensi desa wisata yang belum tersentuh. Menurutnya, langkah tersebut akan dicanangkan bersama pihak-pihak terkait lainnya. Termasuk, Kementerian Pariwisata.

“Kita bisa jadikan desa-desa wisata. Misalnya kita bisa kerja sama dengan Kementerian Pariswisata. Sekalian kita ekspos besar-besaran,” tutur Marwan.

Terkait hal itu, kata Marwan, pihaknya tengah menggodok formulanya. Bahkan, nantinya akan ditunjuk duta desa guna mempromosikan desa setempat. 

“Saya juga sedang seleksi duta desa,” tutup Marwan. (IB/Bahaudin Marcopolo) 

You may also like...

0 thoughts on “Anggaran Pembangunan Desa Tertinggal Minim”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<