Alutsista Buatan Indonesia

Foto: arrahmah
Foto: arrahmah

Indonesia dengan tiga industri terdepannya; PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara membangun sistem pertahanan di Indonesia yang jauh lebih mumpuni. Pembangunan alat-alat pertahanan ini ternyata kemjdian tak terhenti untuk memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja. Melainkan beberapa negara sahabat tertarik untuk membeli alat-alat itu pula.

Panser Anoa
Alat tempur yang memiliki enam roda ini dibuat sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Mampu melaju dengan kecepatan 90 km/jam dan mendaki sampai kemiringan 45 derajat. Anoa mampu menjangkau wilayah seluas 400 km hingga 480 km. Panser ini memiliki bobot 15 ton dan mampu membawa 14 tentara di dalamnya.

Tank Amfibi (PAL-AFV Armoured Floating Vehicle)
Setelah sukses memodifikasi BTR-50, PT PAL dan PT Pindad membangun kendaraan amfibi pengangkut personil. Berangkat dari referensi BTR-50PM, PAL-AFV sebenarnya memiliki spesifikasi yang sama. Perbedaannya terdapat pada penggunaan mesin diesel inline 8 silinder.

KRI Rait 827
Kapal tempur ini dibangun oleh anak-anak bangsa sendiri di Tanjung Guncung hasil kerja sama TNI Al dengan PT Batan Expressindo Mentigi. Kapal ini mampu berlayar sejauh 2500 mil dengan bobot 190 DWT. Dilengkapi pula dengan radar yang mampu mendeteksi sejauh 96 Nautica mil atau sejauh 160 km.

Smart Eagle II (SE II)
PT Aviator Technology Indonesia membuat prototip Unman Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak. Pesawat tenpa awak ini dinamakan SE II memiliki kapasitas mesin 150 cc dan mampu terbang selama 6 jam. Dilengkapi dengan kamera penginderaan jarak jauh, sedangkan di malam hari dengan Thermal Imaging.

Torpedo SUT
Torpedo Surface and Underwater Target (SUT) dibuat oleh PT. Dirgantara Indonesia dengan lisensi Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft (AEG), perusahaan elektronik Jerman. Torpedo ini digunakan untuk target di permukaan dan di bawah laut. Torpedo ini tak hanya digunakan pada kapal selam saja, melainkan dapat ditembakan dari helikopter (Super Puma) atau pesawat terbang (CN 235). Torpedo ini dapat menyelam di kedalaman 100 meter dan menempuh jarak 38 km.

Senapan Serbu
Indonesia berhasil memproduksi kebutuhan senapan untuk kebutuhan TNI melalui PT Pindad dengan nama SS (Senapan Serbu). Saat ini SS sudah diproduksi dengan berbagai varian sesuai dengan kebutuhan tentara Indonesia. SS menggantikan M 16 dan AK 47 yang dipakai oleh TNI. SS diekspor ke Mali, Nigeria, Uni Emirat Arab dan Kamboja.

T-50 Golden Eagle
Bekerjasama dengan Korea Selatan, Indonesia memproduksi pesawat jet T-50 Golden Eagle. Indonesia sedikit banyak sudah menguasai teknologi kedirgantaraan yang saat ini tengah berkembang dengan transfer bersama Korea Selatan. Proyek pesawat jet tempur KFX/IFX pun masih dalam tahap pengerjaan yang agaknya membutuhkan waktu lebih lama.

Kapal Cepat KCR 60 M
PT PAL sebagai industri perkapalan nasional sudah siap untuk mengerjakan berbagai kebutuhan kapal tempur bagi angkatan laut Indonesia. Salah satunya adalah pengerjaan kapal cepat KCR 60 M. Sesuai dengan kelasnya yakni Kapal Cepat Rudal, maka kapal ini dilengkapi dengan peluru kendali untuk menghancurkan musuh.

Robot Tempur
Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjitek) TNI AD, Malang, berhasil membuat prototip robot tempur yang dalam uji cobanya mampu bergerak hingga 1 km dengan kecepatan 60 km/jam. Robot ini menggunakan nergi penggerak dari dua beterai, dilengkapi pula dengan kamera pemgintai dan sensor ultrasonik. Robot ini akan membawa senapan mesin ringan Minimi dan roket anti tank Estalansa yang dioperasikan dari jarak jauh.

Peluru Kendali
LAPAN sudah menunjukan keberhasilannya membuat roket yang mampu melesat sejauh 100 km. Sedangkan PT Pindad sudah melakukan riset hulu ledak berkaliber 122 mm.

Tags

You may also like...

0 thoughts on “Alutsista Buatan Indonesia”

Leave a Reply

Bangsaku TV

FACEBOOK INIBANGSAKU

TWITTER INIBANGSAKU

<